Friday, March 25, 2011

Kesedihan di tinggal pergi seorang nenek

Saat itu aku duduk dibangku TK. Aku sudah mengalami hal yang paling berat dalam hidupku. Aku saat itu masih berumur 5 tahun, dan kejadian ini aku alami 8 tahun yang lalu.

Saat itu aku sedang menonton TV sedangkan orang tuaku sedang berada di teras rumah. Tiba-tiba telefon rumahku berdering. Abahku lalu mengangkat telefon itu. Ternyata telefon itu dari pihak Rumah Sakit, dimana nenek ku dirawat. Aku yang masih kecil tak mengerti sama sekali apa yang terjadi. Namun aku disuruh ibuku untuk dirumah budhe ku sampai malam nanti. Kulihat wajah kedua orang tuaku sangat sedih. Aku juga masih bingung apa kah yang sebenarnya terjadi. Aku turuti saja semua yang disuruh ibuku. Aku lalu diantar oleh ibu kerumah budhe yang tak jauh dari rumah aku.

Dirumah budhe aku bermain bersama saudara aku. Saat hari mulai siang, mereka semua tidur kecuali aku. Aku tak bias tidur karena masih teringat oleh semua kejadian itu. Saat aku hendak makan ada sebuah pengumuman dari masjid bahwa nenek ku sudah meninggal. Aku hanya bisa meneteskan air mata, yang terus bercucuran mengenai pipiku.

Menjelang isya’ aku diantar pulang oleh budhe ku karena aku sudah kangen sama orang tua ku. Sampai disana, banyak keluargaku yang menangis. Aku yang masih kecil, juga rindu sekali sama nenek ku ikut menangis.

Dalam batinku, aku menangis dan terus menangis. Sambil meratapi wajah semua orang dirumahku.

. Aku yang masih menangis, lalu aku hentikan tangisan ku itu. Karena kita hanya bisa bersabar saja. Tiada lagi canda tawa nenek ku. Dulu aku biasanya bermain bersama beliau, mas yan, dan mbak ela. Namun waktu terus berjalan memang bumi telah berputar.

Aku tak ingin ini semua kalian alami secepatnya. Aku tahu bahwa ini semua akan terjadi.

No comments:

Post a Comment